Home > Artikel > Ketika Obesitas Harus Ditaklukan

Ketika Obesitas Harus Ditaklukan

Siapa kandidat yang tepat?
“Solusi menurunkan berat badan dengan proses bedah harus merupakan pilihan yang terakhir,” kata dr. Benny Phillipi, ahli bedah digestif RS Mitra Keluarga. Kelapa Cading. Maknanya bisa ditebak, pembedahan ini berisiko tinggi. “Kalau masih bisa diatasi dengan paket lengkap penurunan berat badan seperti berolahraga, mengatur pola makan, konsultasi psikologi, lebih baik cara ini daripada pembedahan,” tambah staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dokter Benny juga menekankan ada syarat untuk menentukan kandidat layak menjalani pembedahan. “Mereka memiliki Indeks Massa Tubuh di atas 30 dengan berbagai penyakit akibat obesitas. Sebelum menjalani pembedahan dilakukan pemeriksaan komprehensif meliputi kondisi fisik dan psikologis.”

Yang dimaksud dengan pemeriksaan komprehensif itu mulai dari pemeriksaan fisik keseluruhan termasuk fungsi paru-paru, jantung, hati, ginjal, kemudian pemeriksaan psikologis untuk menjajagi kondisi psikis, masih ditambah konsultasi pada ahli nutrisi. “Mengetahui kebiasaan atau pola makan calon pasien sangat perlu. Juga mengetahui tingkat stres. Apakah kebiasaan makan banyak itu dipicu oleh stres? Mampukah dia mengubah pola makannya, karena setelah pembedahan dia tidak bisa makan banyak lagi.”

Dokter Benny mengakui pemeriksaan komprehensif ini belum banyak dilakukan di Indonesia. Jadi hanya mengandalkan pemeriksaan fisik secara medis saja. “Dokter melakukan screening untuk mengetahui apakah semua organ dalam bisa berfungsi dengan baik atau tidak.” Pembedahan itu sendiri dilakukan dengan teknik laparoskopi, melalui sayatan kecil di area pusar. Melalui sayatan tersebut dimasukkan kamera mini, kemudian pembedahan dilakukan. Bekas sayatan itu hanya meninggalkan parut kecil dan cepat sembuh.

Metode Pembedahan
Pembedahan di area organ pencernaan di dunia kedokteran disebut pembedahan bariatrik atau gastrointestinal. Metode operasi untuk mengatasi obesitas secara garis besar bisa dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

1. Restrictive Gastrointestinal Procedure
Pembedahan ini bertujuan untuk mengurangi daya tampung organ pencernaan sehingga pasien akan lebih cepat merasa kenyang. Organ pencernaan yang diciutkan dengan cara mengikat lambung dengan pita silikon (istilahnya xicin silikon). Pembedahan seperti ini sudah bisa dilakukan di Indonesia ini disebut Adjustable Castric Banding. Dalam prosesnya, sebuah pita silikon akan dimasukkan melalui sayatan di perut, kemudian dilingkarkan di sekeliling lambung. Setelah diikat, pita kemudian dikembungkan sehingga menekan lambung dan mengurangi volume lambung. Seberapa kencang pita ini diikatkan kelambung tergantung pada kondisi pasien, semakin parah tingkat obesitas semakin kencang. Namun pasien masih bisa mengubah atau melepas ikatan ini di kemudian hari. Bagian yang diikat adalahj lambung bagian atas. Karena volume lambung mengecil, otomatis; pasien akan lebih cepat merasa kenyang.

Keuntungannya, pasien tak perlu membatasi jenis asupan makanannya. Pada dasarnya strategi ini sama dengan diet, yaitu mengurangi asupan makanan. Jadi usai pembedahan pasien tidak ’cespleng’ lang- sung langsing. Tunggu tiga bulan berikutnya barulah terjadi penurunan berat badan yang cukup signifikan.

Di antara pembedahan bariatrik lainnya, metode ini termasuk yang relatif aman dan sederhana. “Dikatakan aman karena tidak mengubah sistem pencernaan. Semua organ pencernaan tetap digunakan dan jalur pengolahan makanan tidak berubah. Organ pencernaan pun tidak diutak-atik sehingga proses penyembuhan relatif cepat. Setelah 2-5’ hari diet makanan lunak, pasien sudah bisa kembali mengkonsumsi makanan keras,” kata Benny. Hasil dari pembedahan ini adalah membatasi asupan makanan tanpa pasien merasa sedang diet.

Pembedahan tidak tepat untuk Anda, Jika….
– BMI < 35 atau BMI >= 35 tapi tanpa disertai penyakit sehubungan obesitas.
– Anda belum pernah mencoba menurunkan berat badan tanpa pembedahan (diet, olahraga, dll).
– Anda tak siap menerima resiko dan efek sampingnya
– Anda merasa tidak mampu mengubah gaya hidup dan merawat hasil operasi

2. Malabsortive Operation
Pembedahan jenis ini bertujuan untuk mengubah jalannya sistem pencernaan sehingga makanan tidak tercema dengan sempurna dan tubuh tidak menyerap nutrisi secara maksimal. Metode pembedahan ini lebih ’berat’ dibanding metode sebelumnya karena melukai organ dalam. Penyembuhannya pun membutuhkan waktu lebih lama. Walau metode-metode ini belum dilakukan di Indonesia, menarik juga untuk mengetahuinya.

Pemotongan USUS halus.
Metode pembedahan ini pernah dilakukan di tahun 70-an, namun pembedahan dengan membuang 1/3 bagian usus halus ini tidak populer lagi. Hasil yang tidak maksimal itulah penghambatnya. Penyebabnya faktor alami dari jonjot dalam usus. Ketika usus dipotong, otomatis panjang jonjot yang melekat di dinding usus memendek. Namun jonjot usus lama kelamaan akan menebal dan memiliki lekuk lebih dalam agar bisa mencerna makanan seperti semula. Akhirnya panjang jonjot akan sama panjangnya seperti belum dibedah, walaupun usus sudah memendek. Selain itu, efek samping yang paling mengganggu adalah terjadi diare terus menerus karena proses pencernaan makanan kurang sempurna.

Roux-en-Y Gastric Bypass.
Pembedahan ini dinilai cukup berhasil mengatasi masalah obesitas. Dasarnya metode ini adalah ’memanipulasi’ sistem pencernaan, tapi pembedahan ini jauh lebih rumit dan membutuhkan waktu relatif lama untuk proses pemulihan. Dokter akan memotong lambung bagian atas, kemudian langsung menyambungkannya dengan usus halus bagian bawah. Tujuannya agar makanan tidak melalui kantong lambung bagian bawah dan usus halus bagian atas atau disebut duodenum dan jejunum.

Lambung yang dipotong tentu akan sangat mengurangi daya tampung makanan, Jadi, selain jumlah asupan makanan menjadi sangat terbatas, penyerapan nutrisi pun jadi tidak sempurna. Tak heran Jika tingkat keberhasilan metode ini lebih tinggi dibandingkan pembedahan ACB. Berbeda pula “dengan pembedahan ACB, pembedahan ini bersifat permanen. “Karena itupasien harus banyak berkonsultasi dan perlu dukungan untuk menjalani operasi ini. Jika tidak siap, pasien bisa stres seusai operasi,” kata Benny. (jadilangsing.com)

Categories: Artikel Tags: , ,
  1. December 17, 2008 at 11:14 pm

    berapa biaya untuk melakukan bedah ini…tanggal 17 des 2008 hari rabu, di Metro TV pada acara healthy life mengulas ttg bedah bariatrik. interesting sekali buat mencegah obesitas. kira2 berapa biaya sekali menjalankan pembedahan ini…karenba setahu saya ini tidak pembedahan kosmetik kan dan sangat disarankan buat orang2 yg over weight.

    thx for the replay.

    eizlan jusuf

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: